MAJU BERSAMA KECIL MENENGAH
Akibat Krisis Keuangan Global, ekonomi di banyak negara tahun 2009 menjadi Loyo. DI tengah krisis itulah, perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan yang lumayan. Terbukti, perekonomian Indonesia tumbuh lebih baik dibandingkan dengan negara di Kawasan Asia Tenggara lainnya.
Tahun 2009, ekonomi Indonesia masih tumbuh 4,3%.Singapura misalnya hanya tumbuh 2%, sempat minus 10,1%. Sedangkan Malaysia, yang sempat minus, mengakhiri tahun 2009 dengan pertumbuhan 4 %.
Pertumbuhan perekonomian Indonesia itu lebih banyak ditopang konsumsi domestik dibandingkan dengan ekspor. Jadi ketika ekspor memble selama 2009, dengan kekuatan ekonomi domestik yang tetap baik, pertumbuhan ekonomi tidak memble-memble amat. Perbandingan sumbangan ekonomi domestik dan ekspor selama ini adalah 80% : 20%.
“Kedigdayaan” ekonomi Indonesia antaranya karena sokongan kuat sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Inilah kegiatan usaha yang diyakini tahan terhadap krisis itu. Di tengah kekisruhan ekonomi yang ditandai dengan tumbangnya sejumlah perusahaan besar yang menggantungkan diri pada pasar mancanegara, UMKM tumbuh mandiri.
Sebagai bentuk apresiasi peran UMKM, Edisi Khusus Ikon 2009 untuk bidang Ekonomi, GATRA memberi ruang khusus. Dari sejumlah UMKM yang ada, GATRA emenampilkan lima pengusaha UMKM yang sukses di tahun 2009. Tentunya kesuksesan itu adalah hasil perjalanan pengembangan usaha yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.
Kelima pengusaha itu adalah Agung Nugroho Susanto (pemilik Simply Fresh Laundry), Tegep Octaviansyah (Pemilik Tegepboot), Soelaiman Budi Sunarto (Pemilik Agro Makmur), Arief Budiman (Pimpinan Petakumpet Creative Network), dan Febrian Agung Budi Prasetyo (Presiden Direktur Duta Future Internasional)
—disadur dari MAJALA
H GATRA EDISI KHUSU IKON TAHUN 2009, terbit 31 Desember 2009 - 6 Januari 2010—