Tips Keluarga

Usia 6 tahun dapat dikatakan sebagai sebuah resume atas perlakuan anak pada masa 5 tahun pertamanya. Hal ini senada dengan teori the golden age yang diusung oleh Hurlock bahwa usia 0-5 tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan masa peka bagi perkembangan beragam kecerdasan anak yang hanya akan datang sekali selama hidupnya. Anak seperti mempunyai rekam jejak atas perlakuan orang-orang disekitarnya.

Senada dengan ajaran Rasulullah SAW dalam mendidik anak yang disesuaikan dengan periode usianya.

1. Usia 0-7 tahun, membimbing belajar dengan metode bermain

Pada usia ini anak masih dalam masa asuhan orang tua. Orang tua perlu mencurahkan segala bentuk kasih sayang pada masa ini dan perlu membimbing anak dalam kegiatan belajarnya dengan metode bermain karena pada rentang usia ini akan ditemukan perkembangan psikis anak yang krusial dan dapat dibilang berubah secara kontras dalam setiap periode usianya.

2. Usia 7-14 tahun, mengajarkan kedisiplinan, sopan santun dan kesusilaan
pada usia ini anak sudah mampu diajak melihat dunia berdasar perspektif orang lain. Anak mulai belajar berkelompok, berbagi dan belajar mematuhi aturan normatif sehingga ia tidak hanya berkutat pada kehidupan dirinya saja. Ia sekarang tahu bahwa ada orang lain di sekelilingnya. Ada orang lain yang harus dihormatinya. Oleh karena itu, orangtua harus mengajarkan kedisiplinan, moral dan sopan santun dalam bersosialisasi dengan orang lain.

3. Usia 14-21 tahun, mengajak bertukar pikiran
Anak sudah mempunyai pemikiran dari sudut pandangnya sendiri, sehingga untuk usia selanjutnya melepaskan mereka untuk mandiri

Ajaran tersebut mengindikasikan bahwa pada usia 5 tahun pertama anak, orangtua sebaiknya terjun langsung untuk mewarnai 5 tahun kehidupan pertama anaknya.

The most important investment of our time is in our people and in our youth

*Diolah dari berbagai sumber

 

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme