Bisnis Adalah Proses, Ketika Anda jatuh pada pilihan menjadi seorang pengusaha, maka harus tahu prinsip dasar dalam menjual barang atau jasa. Ada banyak pilihan bagi pengusaha bahwa akan menjual barang atau jasa seperti apa. Namun apakah pilihan mereka akan menjadi jaminan sukses nya sebuah usaha? Belum tentu.

 

Kita harus paham berada di zaman apakah kita saat ini? Kita sadari bahwa kita hidup dalam lingkungan dengan tingkat kepercayaan yang rendah baik lingkup masyarakat, bangsa bahkan negara. Karena tingkat kepercayaan rendah ini maka proses meyakinkan orang untuk membeli barang dan jasa yang kita tawarkan menjadi sulit. Lantas bagaimana strategi yang harus diterapkan?

 

Yang kita harus ketahui bahwa seseorang akan membelanjakan anggaran untuk membeli barang atau jasa adalah karena kebutuhan. Ya karena kebutuhanlah orang tersebut membeli barang atau jasa. Dalam prinsip ekonomi, terjadinya proses jual beli karena adanya permintaan.

Baca Lagi : Tips Kehidupan, Berwirausaha atau Menjadi Karyawan?

Bagaimana jika pebisnis menjual dan menawarkan sesuatu yang tidak dibutuhkan orang? Sudah pasti barang yang ia tawarkan sulit laku bahkan tidak laku. Seorang pebisnis wajib memiliki analisis tajam dalam melihat apa yang menjadi kebutuhan dari masyarakat untuk dikonversikan menjadi peluang emas.

 

Kita belajar dari Pak Tirto, pencetus air minum dalam kemasan merk Aqua. Beliau jeli dalam melihat peluang pada waktu itu tahun 1973. Bekerja sebagai pegawai Pertamina pada awal tahun 1970-an dan pegawai Petronas pada awal dekade 1980-an. Ketika itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat.

 

Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara Barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan.

 

Ia dan saudara-saudaranya mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan di Bangkok, Thailand. Ia meminta adiknya, Slamet Utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tirto mendirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu PT Golden Mississippi dengan kapasitas produksi enam juta liter per tahun.

 

Tirto sempat ragu dengan nama PT Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing di telinga orang Indonesia. Sekarang Aqua telah menjadi market leader untuk air minum dalam kemasan.

 

Lantas apakah cukup sampai disini? Belajar dari perusahaan besar dan pelaku bisnis dunia bahwa hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seorang pebisnis bisa memberi nilai (value) atas barang dan jasa yang ia tawarkan. Jadi ada sebuah nilai yang diberikan kepada konsumen sehingga konsumen membayar bisnis Anda. Kita ambil contoh sederhana dari seorang pebisnis buku.

 

Apa nilai yang ia berikan kepada konsumen? Pebisnis buku memberi nilai kepada konsumen berupa ilmu pengetahuan yang dikemas dalam buku. Karena itulah konsumen membayar, betul?

 

Dalam setiap nasehat yang disampaikan oleh pebisnis dunia, setiap pebisnis harus memperhatikan aspek layanan kepada konsumen. Steve Jobs, seorang pebisnis besar dunia dengan merk dagang Apple, menjadikan budaya melayani sebagai core value di perusahaan nya. Ketika Anda datang berkunjung ke kantor Apple, maka Anda akan disambut dengan pegawai yang ramah dan siap melayani apa yang Anda butuhkan.

 

Mereka melayani Anda dengan sepenuh hati dan pasti Anda akan berkesan. Layanan juga menjadi satu nilai tambah dari produk yang anda tawarkan kepada setiap orang.

Previous PostNext Post

Leave a Reply

WordPress Theme