Kumpulan artikel dengan kategori: Tipstrik

Dahsyatnya 10 Kekuatan Manusia – Cerita Pendek Inspiratif

Cerita Pendek Inspiratif – Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang (Tokoh Genius & Hebat di Zaman Sam Kok / Tiga Kerajaan) pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan,

diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu :

1. Kekuatan Keheningan

Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

2. Kekuatan Hidup Hemat

Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

3. Kekuatan Membuat Perencanaan

Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

4. Kekuatan Belajar

Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

5. Kekuatan Nilai Tambah

Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

6. Kekuatan Kecepatan

Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.

7. Kekuatan Karakter

Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”

8. Kekuatan Waktu

Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

9. Kekuatan Imaginasi

Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”

10. Kekuatan Kesederhanaan

Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “ https://goo.gl/b8ZBQC

Tabur Dan Menanam Kejujuran dalam bekerja

Kisah Inspirarif untuk kita, Seorang CEO hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya.
Untuk itu Kejujuran dalam bekerja Ia memanggil seluruh karyawannya, memberikan masing’ sebutir BENIH di tangannya dan berkata :
‘sirami dg teratur, rawat and kembalilah setahun dari sekarang dg membawa tanaman yg tumbuh dri benih ini. Yg TERBAIK, pemiliknya akan menjadi penggantiku sbg CEO perusahaan ini.’
Seorang karyawan, Toni plg k rumah. Stiap hari benih itu ia siram dg air dan diberinya pupuk. Stlh 6 bulan, d kantor smua slg membicarakan tanaman mereka. Hanya  Toni yang benihnya tidak tumbuh sama sekali.
Toni merasa gagal.
Stlh 1 th, sluruh eksekutif menghadap CEO memperlihatkan hasil benih tsb.
Toni berkata pd istrinya bhwa ia tidak akn membawa pot yg kosong,
Namun istrinya mendorong untuk menyatakan yg sebenarnya.
Toni menyadari bhw istrinya menyarankan HAL YANG BENAR
Masuk ruang meeting , Toni membawa pot kosong
Sluruh mata memandangnya kasihan.
Ktka CEO masuk ruangan Ia memandang keindahan sluruh tanaman itu , hingga akhirnya bhenti ddpan Toni yg ttunduk malu
Sang CEO memintanya k depan and menceritakan kronologisnya
Ktika ia selesai cerita, CEO berkata
‘beri tepuk tangan untuk Toni , CEO yg baru’
Ia brkata
‘Semua  benih yang kuberikan kepada kalian ,  sebelumnya telah KUREBUS DENGAN AIR PANAS hgga mati and tdak mgkn tumbuh lg. Jika benih kalian dpt tumbuh, berarti kalian telah menukarnya and berbohong padaku. Kecuali Toni, hanya dia yang JUJUR’
Tabur KEJUJURAN, menuai Kepercayaan
Tabur KETEKUNAN, menuai Kemenangan
Tabur KERJA KERAS, menuai Kesuksesan
Jangan takut menjalani jika itu BENAR
https://goo.gl/aAP6me

Kisah inspiratif 2017-Tidak semua perlu kita nilai seperti yg keliatannya

Kisah Inspiratif 2017 – Dalam suatu kereta ekonomi non-AC yg lumayan panas, Seorang eksekutif muda, dengan jas elegan berdiri di disana. Sesak2an dengan penumpang lain.
Sesaat kemudian, ia membuka HP Tablet Androidnya. Lebih besar tentu dibanding HP umumnya.
Ia memang sedang ada chat penting dengan para donatur. Chat tentang dana untuk membantu orang-orang kebanjiran.
~Semua penumpang menoleh padanya atau meliriknya. Apa batin mereka?
-Seorang nenek2 membatin, ‘Orang muda sekarang, kaya sedikit langsung pamer. Naik Ekonomi, pamer2an.’
-Seorang emak2 membatin, ‘Mudah2an suami saya ga senorak dia. Norak di kelas Ekonomi bukan hal terpuji.’
-Seorang gadis ABG membatin, ‘Keren sih keren, tapi ga banget deh sama gayanya. Kenapa ga naik AC kalau mau pamer begituan?’
-Seorang pengusaha membatin, ‘Sepertinya dia baru kenal ‘kaya’. Atau dapat warisan. andai dia merasakan jerih pahit kehidupan; barang tentu tidak akan pamer barang itu di kelas Ekonomi. Kenapa ga naik AC sih?’
-Seorang ustadz kampung melirik, ‘Andai dia belajar ilmu agama, tentu tidak sesombong itu, pamer’
-Seorang pelajar SMA membatin, ‘Gue tau lo kaya. Tapi plis deh, lo ga perlu pamer gitu kalle’ ke gua. Gua tuh ga butuh style elo. Kalo lo emang pengen diakuin, lo bisa out dari sini, terus naik kereta AC.. ill feel gue.’
-Seorang tunawisma membatin, ‘Orang ini terlalu sombong, ingin pamer di depan rakyat kecil.’
~Si eksekutif menyimpan kembali Tabletnya di tas. Ia membatin, ‘Alhamdulillah,akhirnya para donatur bersedia membantu. Alhamdulillah. Ini kabar baik sekali.’Lalu, ia sempatkan melihat kantong bajunya. Ada Secarik tiket kereta Ekonomi.
Ia membatin ‘Tadi sempat tukar karcis dengan seorang nenek tua yang mau naik kereta sesak ini. Tidak tega saya. Biarlah dia yang naik kereta AC itu. Mudah-mudahan manfaat.
Sahabat..
Begitu berbahaya nya penghakiman. Sebuah kebaikan, tindakan kasih, bisa berubah total menjadi kejahatan hanya karna persepsi kita.
Tidak semua  perlu kita nilai seperti yg keliatannya.
https://goo.gl/eRNtzA

Kisah Inspiratif Jackie Chan

Hingga hari ini, Jackie Chan tidak hanya sekedar superstar kungfu, namun dia juga seorang bintang dalam bidang kemanusiaan.

Motivasi hidup jackie chan, Pernah ada yang bertanya pada Jackie Chan, “Selebritis melakukan kegiatan kemanusiaan apa bukan demi tebar pesona, apakah ada kebohongan (di baliknya)?”

Pertanyaan yang sangat menusuk, Jackie Chan pun menjawabnya dengan lugas, “Ada kebohongan! Saya memulainya dari kebohongan.”
Sebuah kejujuran yang mencengangkan setiap orang.

Ketika baru mulai memasuki dunia perfilman, Jackie adalah pemeran pengganti dalam film laga kungfu.

Resiko tinggi tapi honor kecil, pekerjaan yang tak berarti di mata orang lain.

Tiba-tiba ia menjadi populer dalam sekejap, honornya dari semula 3 ribu yuan meningkat drastis menjadi 4,8 juta yuan. “Menjadi hartawan dalam semalam,” tutur Jackie.

Kebahagiaan itu datang begitu cepat, waktu itu dia baru berumur 20-an tahun.

Asalnya miskin dan papa, tiba-tiba memiliki banyak uang, dia tak tahu bagaimana harus menggunakannya.

Dia sekaligus membeli 7 arloji kelas dunia dengan merk berbeda.

Satu minggu ada 7 hari, jadi setiap hari ganti arloji.

Kemudian dia tiap hari mengundang teman-temannya untuk berpesta dan bernyanyi bersama, berusaha menunjukkan pada semua orang bahwa dia sekarang kaya raya.

Seiring dengan popularitasnya yang makin meningkat, ada yang mengundangnya ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan.

Jackie berkata, “Saya tidak ikut, tidak ada waktu.” Memang benar dia tidak punya waktu, siang harus syuting film, malam hari minum bir dan disko.

Dia sibuknya bukan main, tiada waktu untuk urusan lain.

Orang itu berkata, “Kami telah atur semuanya, Anda tidak perlu melakukan apa-apa, cukup datang saja. Itu pun cuma 1 hari. Lagi pula hal ini akan sangat membantu image dan film Anda.”

Akhirnya Jackie setuju, meski dengan terpaksa.

Kegiatan hari itu adalah mengunjungi panti asuhan anak cacat.

Melihat Jackie Chan muncul di hadapan mereka, anak-anak cacat itu senang sekali, mereka menyebut namanya keras-keras.

Asisten memberitahu anak-anak itu, “Chen Lung Dage (Big Brother Jackie Chan) sangat sibuk, tetapi setiap harinya selalu merindukan kalian.

Dia kemarin malam tidak tidur, hari ini menyempatkan diri menjenguk kalian.”

Pujian begitu tinggi yang diberikan kepadanya membuat Jackie merasa serba salah.

Dia sebenarnya tidak ingin datang, kemarin malam tidak tidur karena begadang di diskotek.

“Chen Lung Dage juga membawakan hadiah bagi kalian.”

Anak-anak itu sontak bersorak-sorai dan meloncat-loncat kegirangan.

Sebaliknya, Jackie justru merasa bagai orang linglung.

Semua itu sudah diatur oleh pihak penyelenggara, sama sekali tidak pernah terpikir olehnya untuk membawa hadiah, bahkan dia juga tidak tahu isi kotak-kotak hadiah itu.

Setiap anak mendapat hadiah, lalu satu per satu mengucapkan ‘terima kasih’ kepadanya.

Melihat wajah-wajah mungil dan polos yang tertawa bahagia, dia tiba-tiba merasa malu, tetapi tak ada tempat baginya untuk bersembunyi.

Dia jelas-jelas telah membohongi anak-anak itu, tapi yang didapatkannya adalah balasan yang begitu tulus.

Dia tidak berani mengutarakan perasaannya itu, yang bisa dilakukannya hanyalah meneruskan permainan sandiwara tersebut.

Dia menerima ucapan terima kasih anak-anak itu dengan berpura-pura semuanya biasa-biasa saja.

“Bisa Anda bayangkan, saya waktu itu begitu jahatnya!” demikian Jackie Chan menganalisa dirinya sendiri beberapa tahun kemudian.

Waktu itu, saat berpisah, seorang anak menarik tangannya dan bertanya, “Chen Lung Dage, tahun depan datang lagi, kan?”

Jackie menjawab, “Saya akan datang.”

Tahun berikutnya, dia membawa hadiah yang telah dipersiapkan dengan saksama, datang sesuai janjinya, utang batinnya selama setahun akhirnya terbayar juga.

Ada yang pertama kali, maka akan ada yang kedua kali.

Demikianlah Jackie Chan kemudian menapaki jalan aksi kemanusiaan.

Setiap kali dia memperoleh pengalaman-pengalaman baru.

Ketika untuk pertama kalinya ikut dalam aksi sosial yang sebenarnya tidak ingin dihadirinya, dia mengira kegiatan tersebut adalah ajang tebar pesona yang akan berakhir dengan cepat, namun ternyata malah menjadi bidang yang digelutinya seumur hidup.
Peristiwa ini, kalau tidak diutarakannya, selamanya tidak akan ada yang tahu. Begitu diutarakan, rasa hormat dan kagum kita terhadapnya semakin bertambah.

Ada kalanya orang tersesat ke jalan yang salah, namun ada juga yang tersesat ke jalan kebajikan.

Melakukan satu perbuatan bajik, tidak selalu harus didorong oleh keinginan yang luhur, meski itu hanya ajang tebar pesona tapi juga adalah tebar pesona kebajikan.

Setiap usaha yang mulia selalu diawali dari sesuatu yang tak berarti, namun asal Anda melakukannya maka itu jauh lebih mulia dibanding para penonton yang berucap sinis tapi tak berbuat apa-apa.

Jackie Chan berkata, “Selama saya melakukan aksi kemanusiaan, beberapa orang pelan-pelan juga mengajari saya bagaimana harus berlaku yang benar.”

Orang baik bukanlah orang suci, namun ia juga ingin selalu mengembangkan diri, ia butuh proses untuk menyempurnakan diri. Selalu bermurah hati dan memberikan dorongan bagi mereka (para orang baik yang bukan orang suci), kurangi celaan, dengan demikian orang baik itu makin lama akan makin baik dan banyak.

Memberikan kesempatan pada orang lain untuk menjadi orang baik, sebetulnya adalah suatu perbuatan yang memiliki jasa tak terhingga.

Terima kasih Chen Lung Dage atas inspirasinya.
https://goo.gl/ytkpAG

Nilai Dari Sebuah Packaging Produk Untuk Konsumen

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Nilai Dari Sebuah Packaging atau kemasan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan. Packaging bisa dipergunakan oleh pemasar guna mendorong calon konsumen untuk menarik daya beli pada produknya.

Packaging Produk Untuk Konsumen

Dalam sebuah packaging tidak hanya sekedar sebagai sarana informasi untuk konsumen mengenai produk yang ada di dalamnya saja, melainkan mesti bisa menarik perhatian. Lantas bagaimana caranya memberikan nilai pada packaging produk untuk konsumen? Salah satu caranya ialah dengan memprovokasi perasaan dan juga sisi emosional para konsumen yang dapat dituangkan pada visual desain pada packaging produk tersebut.

Beberapa ahli marketing memperkirakan, bahwa sekitar 75% keputusan pembelian berasal dari konsumen itu sendiri sewaktu mereka sedang berdiri di hadapan rak yang ada di supermarket atau toko lainnya, dan kerap kali mereka memilih produk dengan desain atau tampilan yang lebih menyentuh.

Tampilan yang menyentuh tersebut bisa dikarenakan oleh tipografinya yang sangat kuat, gambar-gambar yang menggiurkan, ataupun oleh perasaan familiar yang dibuat oleh kemasan itu sendiri. Sesudah membeli produk, maka konsumen akan membawa pulang, lalu diletakkan di dalam rumah, di kantor, di meja ataupun di tempat lainnya. Sengaja ataupun tidak, produk yang telah dibeli tersebut akan terlihat setiap hari oleh konsumen, dan perlahan-lahan merek produk Anda yang ada pada kemasan akan melekat di benak konsumen. Sehingga konsumen pun akan lebih akrab dengan merek tersebut, dan sehingga di lain waktu ketika mereka pergi untuk berbelanja lagi maka dengan sendirinya mereka akan memilih produk dengan merek yang sudah melekat di pikiran mereka.

Persaingan Visual Pada Packaging Produk

Bagi pelaku bisnis tentu harus tahu bahwa packaging di sebuah rak supermarket berada dalam persaingan visual dengan sejumlah produk-produk yang ada di sebelahnya. Maka dari itu, kemasan produk tersebut haruslah dibuat dan didesain dengan semaksimal mungkin. Buatlah packaging produk yang terlihat menarik dan juga mempunyai konsep dan juga pesan yang tepat yang sesuai dengan esensi merek dan juga target pengguna dari produk tersebut.

Selain itu, packaging pun mesti bisa mengomunikasikan semua fungsi produk dengan jelas dan juga efisien, sebab para konsumen rata-rata akan menghabiskan waktunya kurang dari 5 detik di depan display rak dalam mengambil keputusan yakni apakah membeli produk tersebut ataukah tidak. Untuk urusan cetak packaging itu sendiri Anda bisa menyerahkannya kepada jasa packaging produk
atau packaging lainnya. Namun, dalam hal desain Anda harus mempunyai tim desain khusus.

Mendesain packaging produk supaya semua tujuan tercapai maksimal bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Desain packaging merupakan spesialisasi tersendiri di bidang desain grafis yang tentunya harus mempunyai pengetahuan dalam hal pemasaran.

Para desainer packaging produk haruslah mempunyai pengetahuan yang luas dan juga detail mengenai permasalahan teknis serta konstruksi, menguasai betul jenis-jenis material yang dipergunakan beserta karakteristiknya, agar nilai pada packaging produk untuk konsumen tersampaikan.
sumber : https://goo.gl/W0mRPz

Ingatlah Jangan Pernah Menilai Sesuatu Hanya dari Luarnya Saja

Sangat mudah memang memberikan Semangat kerja komentar atau menilai sesuatu hanya dari luarnya saja, karena hal tersebut merupakan sikap yang seringkali kita tunjukkan dalam kehidupan ini. Bukan hanya kepada sesuatu yang kita lihat saja, namun hal ini bahkan sering kita lakukan pada seseorang yang kita temui di dalam kehidupan kita. Ini tentu sebuah kebiasaan yang buruk, di mana kita begitu mudah menilai dan memberikan komentar tentang seseorang, yang bahkan bisa saja tidak kita kenal sama sekali.

Meski kita memiliki kebebasan untuk melakukan hal ini, namun bukan berarti kita bisa menilai dan mengomentari semua orang dan hal yang kita temui di dalam kehidupan kita. Bagaimana jika ternyata kita salah, atau bahkan dipermalukan atas apa yang telah kita ucapkan tersebut, sebab suatu saat bisa saja kita menemukan titik di mana kita harus belajar.

Belajar dari kisah Bob Sadino

Pengusaha yang satu ini tentu begitu sangat familiar bagi sebagian orang, terutama karena penampilannya yang begitu santai dan terkesan nyeleneh. Namun, penampilannya ini justru seringkali membuat orang salah sangka dan bahkan salah menilai tentang beliau, hingga tak jarang orang justru tertipu dengan penampilannya tersebut.

Seperti suatu pagi, di mana beliau sedang asyik memegang gunting dan memotong ranting tanaman yang terdapat di tamannya. Sebagaimana biasanya, beliau akan mengenakan sebuah kemeja lengan pendek dan lengkap dengan celana pendek yang menjadi ciri khas penampilannya yang sederhana.

Di tempat yang sama, seorang ibu mendatangi taman bersama dengan seorang anaknya. Ia berniat untuk memasuki area perkantoran elit tersebut, namun hari masih terlalu pagi, sehingga ia dan anaknya memilih untuk menikmati suasana pagi di taman yang asri itu. Ibu berusia 40an tersebut dud1uk di kursi taman sambil sesekali menyeka wajahnya dengan tisu, selanjutnya ia membuang tisu tersebut secara sembarangan di taman itu.

Pemilik taman yang hanya berjarak beberapa langkah saja dari sana, datang dan memungut tisu tersebut serta membuangnya ke tempat sampah. Namun seolah senang dan belum puas melakukannya, ibu tersebut kembali membuang tisu yang habis dipakainya dengan sembarangan. Kembali pemilik taman itu menghampirinya dan memungut tisu tersebut, kemudian membuangnya ke tempat sampah.

Tanpa perasaan bersalah dan risih sedikitpun, ibu ini malah menunjuk pemilik taman tersebut dan berujar kepada anaknya,”Nak, kalau kamu tidak belajar dengan giat dan benar di sekolah, maka kamu hanya akan berakhir seperti kakek itu, bisanya cuma membersihkan taman dan memungut semua sampah yang ada di sini. Kotor, tidak layak, dan bahkan hanya seorang rendahan, iya kan?”

Hal ini bahkan terdengar oleh pemilik taman tersebut, hingga ia meletakkan guntingnya dan menghampiri wanita dan anaknya itu, “Permisi, ini bukan taman umum, bagaimana Anda bisa berada di sini?” tanyanya masih dengan nada yang sopan.

Dengan sombong wanita tersebut menjawab, “Saya calon menager baru di perusahaan ini, mereka memanggil saya untuk wawancara.” Jawabnya dengan ketus.

Namun pada saat bersamaan seorang pria dengan penampilan rapi dan juga sikap yang sopan datang menghampiri kakek tersebut dan berkata dengan hormat,”Permisi, Pak Presdir. Saya hanya ingin mengingatkan saja, sebentar lagi rapatnya akan segera dimulai, Pak.”

Pemilik taman tersebut mengangguk dan dengan tagas mengatakan kepada staffnya tersebut bahwa wanita sombong di depannya tidak cocok untuk jabatan apapun juga di perusahaan mereka. Namun setelahnya beliau berkata dengan lembut kepada anak ibu tersebut bahwa hal yang paling penting di dalam hidup ini adalah menghormati orang lain, siapapun dia dan apapun pekerjaannya dan jangan pernah menilai sesuatu hanya dari luarnya saja. sumber :https://goo.gl/VVW9tE

Sementara ibu tersebut tertunduk malu di sana, tanpa berani mengangkat kembali kepalanya dan menunjukkan kesombongannya.