di balik layar anak juara

Golden age merupakan sebuah masa paling menentukan untuk membentuk karakter anak. Salah satu kebutuhan dasar anak adalah kebutuhan asih yaitu bentuk kasih sayang yang diberikan kebutuhan emosi/kasih sayang yang akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psikososial.
.
Kebutuhan emosi/kasih sayang anak ini dapat diberikan oleh orangtua untuk menemani anak mengoptimalkan perkembangan kecerdasannya melalui berbagai bentuk rangsangan, seperti memberi kehangatan; menawarkan cinta yang tulus; melakukan interaksi melalui sentuhan, pelukan, senyuman, atau nyanyian; mendengarkan dengan penuh perhatian; menanggapi ocehan anak; mengajak berbincang dengan suara yang lembut; memberikan rasa aman; serta memberi pengalaman langsung dengan menggunakan inderanya (penglihatan, pendengaran, perasa, peraba, penciuman).
.
Bisa jadi kebutuhan dasar asih ini merupakan suatu turunan dari teori kelekatan (attachment) dimana untuk pertama kali dikemukakan oleh John Bowlby. Ia menjelaskan bahwa “maternal deprivation” atau kekurangan kasih sayang ibu sering menyebabkan kecemasan (anxiety), kemarahan (anger), penyimpangan perilaku (delinquency), dan depresi. Dari hal tersebut kita belajar tentang sebuah “ramalan” masa depan. Dengan demikian kita dapat bersiap untuk menyediakan berkoper-koper kasih sayang kepada anak agar masa depannya penuh dengan kemenangan.
.
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW mencium Hasan bin Ali dan di dekat beliau ada Al-Aqra’bin Hayis At-Tamimi sedang duduk. Al-Aqra’ kemudian berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka.” Rasulullah SAW segera memandang kepadanya dan berkata, “Barang siapa yang tidak mengasihi,maka ia tidak akan dikasihi.” (HR. Bukhari)

*Diolah dari berbagai sumber

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme