Fase Kelekatan Anak dan Orangtua

Masih berkutat seputar kelekatan/ attachment atau ikatan emosional yang kuat yang dikembangkan anak melalui interaksinya dengan orang yang mempunyai arti khusus dalam kehidupannya, biasanya orang tua. Bentuk kelekatan ini sangat penting karena menurut John Bowlby “maternal deprivation” atau kekurangan kasih sayang ibu sering akan menyebabkan kecemasan (anxiety), kemarahan (anger), penyimpangan perilaku (delinquency), dan depresi di masa depan anak.

(Baca juga : Dibalik Layar Anak Juara)

Bagi orangtua yang hendak mengoptimalkan pemberian kasih sayang pada masa emas anak, maka perlu mengetahui fase perkembangan kelekatan agar orang tua dapat memberikan eksekusi perlakuan yang benar bagi anak.

1. Usia 0-2 bulan disebut dengan fase Indiscriminate Sociability

Yaitu bayi menggunakan tangisan, menghisap, menggenggam, tersenyum dan berceloteh untuk menarik perhatian orang dewasa agar mendekat padanya. Penting bagi orang tua untuk menanggapi hal-hal ini dengan merespon balik senyuman dan celotehan anak. Jika anak menangis maka orangtua segera untuk menenangkannya. Ibu juga dapat mengenali macam tangisan anak pada artikel (Jenis Tangisan Anak).

2. Usia 2-7 bulan, anak memasuki fase Discriminate Sociability

Pada fase ini bayi mulai dapat membedakan obyek lekatnya, mengingat orang yang memberikan perhatian dan menunjukkan pilihannya pada orang tersebut. Ketika masa ini, penting bagi orangtua untuk mengambil hati anak supaya menjadi bagian yang paling penting di hidup anak.

3. Usia 7 bulan–2 tahun yaitu fase Spesific attachment

Bayi mulai menunjukkan kelekatannya pada figur tertentu. Fase ini merupakan fase munculnya intensional behavior dan independent locomosi yang bersifat permanen. Anak untuk pertama kalinya menyatakan protes ketika figur lekat pergi. Anak sudah tahu orang-orang yang diinginkan dan memilih orang-orang yang sudah dikenal. Mereka mulai mendekatkan diri pada objek lekat. Anak mulai menggunakan kemampuan motorik untuk mempengaruhi orang lain.

4. Usia 2-4 tahun adalah fase Partnership

Memasuki usia dua tahun anak mulai mengerti bahwa orang lain memiliki perbedaan keinginan dan kebutuhan yang mulai diperhitungkannya. Kemampuan berbahasa membantu anak bernegosiasi dengan ibu atau objek lekatnya. Kelekatan membuat anak jadi lebih matang dalam hubungan sosial. Bowlby menamakannya goal corrected partnerships, hal ini membuat anak lebih mampu berhubungan dengan peer dan orang yang tidak dikenal.

Previous PostNext Post

Leave a Reply

WordPress Theme