Hubungan antara Kehangatan Orang Tua dengan Masa Depan Anak

Kedekatan orangtua kepada anak ibarat tetasan air yang memberi kehidupan. Ia akan menyembuhkan kehausan dan mengobati kelaparan. Anak pada usia 5 tahun kehidupannya sangat tergantung pada kebutuhan emosi/kasih sayang orangtua. Kesediaan orangtua perihal kasih sayang yang dituangkan dengan tangan terbuka untuk memuaskan kebutuhan emosi anak akan menjadi sarana untuk mengoptimalkan perkembangan kecerdasannya melalui berbagai bentuk rangsangan/ stimulus.

Lain halnya jika anak diterlantarkan secara emosi dan perlakuan, maka akan menghasilkan anak-anak dengan permasalahan kepribadian yang mayoritas berpengaruh terhadap kecerdasan emosi di masa depan, seperti:

1. Anak menjadi acuh tak acuh, tidak butuh orang lain, dan tidak dapat menerima persahabatan.
2. Secara emosiol tidak responsif, dimana anak yang ditolak akan tidak mampu memberikan cinta kepada orang lain.
3. Berperilaku agresif, yaitu selalu ingin menyakiti orang baik secara verbal maupun fisik.
4. Menjadi minder, merasa diri tidak berharga dan berguna.

Orang tua yang tidak memberikan rasa aman dan terlalu menekan atau memarahi anak, akan membuat anak merasa tidak dekat dan tidak percaya dengan orangtua. Lebih parahnya adalah anak tidak menjadikan orang tuanya sebagai ”role model.” Anak akan lebih percaya kepada kelompoknya sehingga dikhawatirkan mereka akan mudah terpengaruh dengan pergaulan negatif.

Talk with your daughters, play with your sons.
You need to be a better friend to them than anyone else.
This society offers lots of evil friends.
Before they make those kinds of friends, they need to find their best friend in you.
(Nouman Ali Khan)

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme