Rahasia Sukses Bisnis Ala Rasulullah

Rahasia Sukses Bisnis Ala Rasulullah

Nabi Muhammad SAW berkenalan dengan dunia bisnis sejak usia dini. Sejak usia 12 tahun beliau telah diajak berbisnis oleh pamannya, Abu Thalib. Hingga usia 20 tahun beliau telah memimpin sejumlah perjalanan dagang ke pusat bisnis global pada masa itu. Pada usia 37 tahun, bisnis beliau berada di puncak kejayaan. Namun Nabi Muhammad SAW mengurangi aktivitas bisnisnya terutama setelah datangnya masa kenabian (Nubuwah). Meski demikian, seperti tersirat dalam sejumlah hadist, beliau tetap memiliki penghargaan dan naluri dalam berbisnis. Selain itu, beliau memiliki nasihat dan teladan, yang pada 14abad kemudian masih cocok diterapkan oleh pebisnis modern. Ternyata prinsip-prinsip bisnis modern, seperti kepuasan konsumen, pelayanan yang unggul, kompetensi, efisiensi, transparansi, persaingan yang sehat dan kompetitif telah menjadi gambaran pribadi dan etika bisnis Nabi Muhammad SAW ketika menjadi pebisnis muda. Berikut beberapa etika bisnis yang dapat kita teladani dari Nabi Muhammad SAW :

1.      Bertanggung Jawab

Manusia sebagai pelaku bisnis, mempunyai tanggung jawab moral kepada Tuhan atas segala perilakunya dalam berbisnis. Harta sebagai komoditi dalam ajaran Rasulullah SAW adalah amanat Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

2.      Berlaku Jujur

Kejujuran merupakan syarat mutlak dalam berbisnis. Rasulullah SAW sangat intens menganjurkan kejujuran dalam aktivitas bisnis. Rasulullah sendiri selalu jujur dalam berbisnis. Salah satu contohnya, beliau melarang para pedagang meletakkan barang dagangan yang berkualitas buruk di tumpukan bawah dan yang bagus di atas dan melarang pedagang curang dalam takaran timbangan.

3.      Tidak Semata Mengejar Keuntungan

Berbeda dengan teori ekonomi kapitalis yang mengajarkan berbisnis adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya, Rasulullah SAW justru mengajarkan bahwa berbisnis boleh mencari keuntungan, namun tetap berorientasi untuk menolong orang lain (ta’awun) sebagai implikasi sosial kegiatan bisnisnya.  Prinsip inilah yang menjadi awal mula dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan banyak perusahaan saat ini.

4.      Melakukan Bisnis Berdasarkan Cinta ( passion )

Rasa cinta terhadap pekerjaan maupun bidang usaha yang dijalani membuat pengusaha bersemangat untuk bekerja dan melakukan yang terbaik, meski di masa sulit. Kecintaan atas pekerjaan tersebut juga membangkitkan energi dan pikiran positif dari dalam diri pengusaha tersebut.

Oleh : Chindy Grafidia

Sumber : Majalah DUIT!

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme