mukena

Mukena adalah salah satu perlengkapan beribadah yang wajib dimiliki wanita yang dipakai minimal lima kali dalam sehari. Pemakaian mukena yang terlalu sering akan membuat mukena jadi cepat rusak dan juga bau bahkan berjamur. Ini karena mukena dalam keadaan yang selalu basah pada bagian lingkar muka.
Karena penggunaanya yang rutin setiap hari, Fresher harus merawat mukena dengan benar agar awet pemakaiannya. Untuk itu Fresher harus telaten memperlakukan mukena dengan baik dan juga merawatnya dengan baik pula agar mukena bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama.Kali ini Mr. Fresh akan memberikan tips merawat mukena agar tetap awet

1. Setelah Fresher selesai melakukan shalat, angin – anginkan mukena Anda dengan cara digantung pada hanger. Ini bertujuan agar bagian mukena yang basah bisa berangsur kering. Bagian mukena yang basar biasanya pada bagian muka dan rambut karena pada daerah itu adalah daerah yang masih cenderung basah saat digunakan shalat. Jika tidak diangin – anginkan, bagian mukena yang basah ini akan timbul jamur bahkan akan timbul bau yang tidak enak serta akan mudah sobek.

2. Pencucian mukena harus dilakukan secara manual, hindari pencucian menggunakan mesin cuci. Pencucian dengan mesin cuci malah akan membuat mukena gampang rusak, apalagi mukena yang dihiasi maik – manik. Untuk pencucian yang bagus adlah dengan cara merendamnya terlebih dahulu dengan air hangat dan juga detergent secukupnya. Setelah perendaman mungkin selama 20 – 30 menit kucek sebentar, namun jangan menyikatnya karena dapat merusak kain dan juga hiasan mukena. Untuk mukena yang memiliki warna selain putih, hindari pemakaian pemutih. Setelah bilasan yang terakhir, Anda bisa menambahkan pewangi pakaian sesuai selera Anda pada mukena.

3. Sebelum dijemur, mukena tidak perlu diperas, karena pemerasan akan menimbulkan mukena jadi kusut dan untuk yang memiliki manik – manik akan rontok. Begitu juga dengan mukena yang memiliki payet atau bordiran, jika diperas akan mebuanya cepat rusak. Anda cukup mengangkat nya lalu menjemurnya. Usahakan penjemuran tidak terhubung langsung dengan sinar matahari, jemur di tempat yang teduh. Ini bertujuan agar warna mukena tidak pudar, apalagi mukena yang memiliki motif warna, batik misalnya. Anda cukup mengangin – anginkannya saja agar warna tetap cerah.

4. Pakaian termasuk mukena tidak akan terlihat rapi atau terlihat kusut jika tidak disetrika. Penyetrikaan pada mukena juga harus berhati – hati. Setel ukuran panas yang sedang saja, sehingga tidak akan membuat warna cepat memudar. Selain itu, dengan suhu setrika yang sedang akan membuat wangi pada mukena tidak memudar.

5. Lipat dengan rapi mukena yang sudah disetrika. Jika memang mukena belum akan digunakan, simpan di tempat yang kering, misalnya lemari. Pastikan lemari Anda terhindar dari jamur dan juga ngengat, untuk itu  pasang anti jamur dan anti ngengat. Ini bertujuan agar pakaian Anda tidak cepat berbau dan juga tidak bernoda.

6. Anda harus telaten melakukan hal – hal di atas dengan telaten. Jika tidak, maka mukena akan cepat berjamur serta menimbulkan bau yang tidak sedap. Namun dengan perawatan yang berkala akan mebuat pemakaian mukena menjadi awet dan juga tahan lama. Tidak enak bukan ketika shlat dengan mukena yang bau dan berjamur ? Untuk itu, pastikan Anda memperlakukan mukena dengan baik setiap harinya.

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme