Manfaat Berbagi Kebaikan

Menebarkan kebaikan itu bagaikan kita menanam benih yang suatu saat akan berbuah baik. Bukan berarti kita mengharapkan imbalan dari kebaikan yang kita lakukan tetapi percayalah jika kita melakukan dengan ikhlas maka kebaikan itu akan memberikan buah manisnya kepada kita.

Kebaikan yang dilakukan secara ikhlas itu juga bagaikan air yang menyirami tanaman, membuatnya segar, membuat kita merasakan kebahagiaan. Kali ini Mr.Fresh akan rangkumkan beberapa manfaat berbagi kebaikan secara ikhlas:

1. Memberikan Rasa “Nyaman” 
Melakukan kebaikan secara ikhlas, bahkan untuk hal kecil kepada orang lain, seperti tersenyum, memberikan jalan pada penyebrang saat berkendara, atau memberikan uang receh kepada pengemis akan memberikan sebuah perasaan tertentu yang membuat diri Anda akan terasa lebih baik serta lebih nyaman. Pada studi psikologi tentang berbuat kebaikan dengan menolong orang lain secara ikhlas, disebutkan bahwa pada bagian otak tertentu terdapat sebuah sistem mesombolic yang dapat memicu rasa penghargaan terhadap diri.

2. Bertambahnya Rasa Menghargai Diri
Mungkin Anda akan bertanya-tanya apa hubungan melakukan kebaikan dengan harga diri seseorang? Dijelaskan oleh para ahli bahwa semakin tinggi perasaan keterhubungan sosial, dalam hal ini melalui cara membantu seseorang, maka akan semakin bertambah pula perasaan lebih menghargai diri, dan akan memberikan manfaat atau efek bersamaan dengan meningkatnya rasa percaya diri.

3. Mempererat Persahabatan
Berbanding lurus dengan kebaikan yang telah Anda lakukan, maka rasa persahabatan akan terjalin semakin erat antara Anda dengan seseorang yang merasakan kebaikan dari diri Anda. Menurut sebuah studi oleh National Institutes of Health kedua belah pihak (si pemberi kebaikan serta penerimanya) akan memberikan kontribusi untuk menjaga hubungan yang saling menguntungkan.

4. Memberikan Ketentraman Pada Batin
Dalam sebuah studi oleh United Group Health , 78 persen orang yang secara sukarela menjadi relawan selama 12 bulan, mengungkapkan bahwa kegiatan amal yang mereka lakukan dapat menurunkan stres mereka, juga memberikan perasaan lebih tenang dan damai. Hal ini membuktikan dengan melakukan kebaikan, maka manfaat yang akan didapatkan adalah pengaruh positif pada ketrentraman batin seseorang.

5. Kebaikan Akan Selalu Menularkan Kebaikan
Dijelaskan oleh para peneliti di University of California(Amerika), University of Cambridge (Inggris) serta University of Plymouth (Inggris), bahwa setiap seseorang melihat orang lain berbuat kebaikan, maka akan memberikan perasaan yang positif (baik) baginya, selain itu akan juga “menularkan” keinginan untuk melakukan kebaikan mencontoh pada kebaikan yang dilihatnya.

6. Kebaikan sejak kecil akan terbawa ke masa dewasa
Dikutip dari hidayatullah.com, sebuah studi yang baru saja dipublikasikan di jurnal Appetite mengaitkan hubungan antara berbagi makanan saat masih kecil dengan perilaku tidak egois saat dewasa. Hasilnya, orang yang suka berbagi makanan dengan keluarga cenderung lebih altruistik (tidak mementingkan diri sendiri).

Hasil penelitian menyebutkan bahwa mereka yang lebih sering makan bersama orang lain serta berbagi makanan lebih banyak melakukan perbuatan baik di masa remajanya. Mulai dari menawarkan kursi di transportasi umum, membantu teman, sampai menjadi relawan.

Menurut Charlotte De Backer, pemimpin penelitian, berbagi makanan membuat orang berpikir tentang keadilan. “Berbagi makanan mengajarkan tentang keadilan, melayani, tidak mengambil makanan sesuai keinginan.”

7. Munculnya “Warm Glow” Effect
Peneliti sudah menemukan istilah “warm-glow-effect’, sebuah fenomena ekonomi yang pernah dijelaskan oleh James Andreoni tahun 1989, dimana menunjukkan orang yang beramal, berbagi dan bermurah hati justru berdampak positif atas kemurahan hati mereka atau disebut “warm-glow effect” (efek-cahaya pemberi). Perasaan positif ini didapatkan atas tindakannya memberi atau membantu orang lain.

Studi tahun 2006 oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health menemukan bahwa ketika seseorang melakukan donasi kepada suatu yayasan, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya turut aktif dan menciptakan efek “warm glow”.

Para peneliti juga percaya bahwa ketika melakukan tindakan altruistik, otak akan melepaskan endorfin, memproduksi perasaan positif yang disebut “helper’s high.”Fenomena tersebut dapat terjadi karena ketika menolong orang, otak memproduksi hormon dopamine (yang memberi perasaan bahagia dan keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah hal yang benar) serta hormon oxytocin yang dikenal dapat mengurangi stres, meningkatkan fungsi imunitas, dan mengembangkan rasa percaya dalam interaksi antar manusia.

8. Meningkatkan kesehatan bahkan bagi penderita penyakit kronis
Stephanie Post memuat penelitiannya mengenai hal tersebut dalam buku, Why Good Things Happen To Good People. Ia menyatakan bahwa berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan penderita penyakit kronis seperti HIV.

Studi lainnya yang terkait dilakukan oleh Stephanie Brown dari University of Michigan pada tahun 2003 terhadap beberapa pasangan manula. Dalam penelitian tersebut, Stephanie menemukan bahwa manula yang menolong tetangga, teman, dan saudara, ataupun yang memberikan dukungan secara emosional kepada pasangannya, ternyata memiliki risiko lebih rendah untuk meninggal dunia di 5 tahun ke depan, dibandingkan dengan manula yang tidak memberikan bantuan praktikal maupun emosional kepada sesama.

Itu tadi sedikit dari manfaat berbagi kebaikan dengan ikhlas kepada sesama. Masihkah Anda perhitungan dalam berbagi kebaikan Fresher?

Sumber :spesialtips.com & hidayatullah.com

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme