Fresher sering melakukan multitasking? Tahukah kamu, dibandingkan pria maka wanita adalah yang paling sering melakukan multitasking. Mungkin Fresher berpikiran bahwa dengan multitasking akan menghemat waktu dan dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.

Tetapi apakah benar seperti itu? Tahukah Fresher bahwa bahwa multitasking sebenarnya memiliki efek yang kurang baik. Dikutip dari berbagai sumber yuk kita kupas apa saja efek negatif multitasking.

1. Menurunkan daya ingat.
Pada saat melakukan pekerjaan secara bersamaan, fungsi otak dipaksa bekerja keras atau distimulasi secara berlebihan untuk memahami beberapa aktivitas yang sedang dilakukan. Otak Fresher pun kemudian tak bisa lagi membedakan mana yang lebih penting untuk dikerjakan saat itu, hingga akhirnya menurunkan daya ingat.

2. Hasil tidak maksimal.
Ketika segala pekerjaan ingin Fresher selesaikan dalam satu waktu, hal ini otomatis membuat tidak fokusnya pada satu hal hingga setiap hasil tidak dapat selesai dengan tuntas. Hal ini membuat Fresher harus kembali ke satu pekerjaan yang tidak selesai, begitu seterusnya bila terus-terusan ber-multitasking.

3. Perasaan jadi tertekan.
Beberapa penelitian mengemukakan, seorang ibu cenderung memiliki konflik batin ketika melakukan dua atau lebih pekerjaan sekaligus. Kenapa begitu? Ibu dinilai punya ketakutan dengan komentar negatif lingkungan jika pekerjaan yang dilakukannya terlihat tidak beres.

4. Stres berlebihan.
Ketika hasil pekerjaan tidak memuaskan, Fresher bisa saja terserang stres berlebihan. Bisa menimbulkan stres yang menyebabkan mudah tersinggung, marah dan menangis. Perubahaan mood tersebut tentu saja efeknya tidak baik bagi hubungan Fresher dengan keluarga dan orang lain.

5. Fresher buang-buang waktu.
Jika Fresher bukan tipe yang bisa multitasking maka jangan lakukan. Carilah cara lain untuk melakukan satu per satu pekerjaan secara efisien. Karena jika Fresher tidak bisa melakukan multitasking tapi memaksa tetap melakukan artinya Fresher buang-buang waktu.
Contohnya Fresher akan memulai tugas pertama, kemudian melakukan tugas kedua, meninggalkan tugas pertama dan melompat ke tugas ketiga. Dengan cara ini, Fresher berada di bawah ilusi multitasking tapi kenyataannya, Fresher tak akan mencapai apa-apa.

6. Anda jadi melambat.
Kebanyakan meloncat-loncat tugas juga membuat Fresher menjadi melambat dalam mengerjakan tugas. Pindah pekerjaan dari satu tugas ke tugas lain dan kembali lagi mungkin memerlukan lebih banyak energi dan waktu dibanding yang digunakan untuk melakukan satu tugas setelah tugas yang lain selesai. Jika multitasking membuat melambat, Fresher harus menghentikannya.

7. Membuat jadi sangat lelah.
Multitasking merupakan teknik yang bisa membuat kelelahan di akhir hari. Fresher mungkin tak menyadarinya multitasking meningkatkan kelelahan kamu. Tapi ini akan terasa ketika Fresher pergi ke tempat tidur.

8. Mencoba bertindak seperti orang lain.
Alasan yang membuat wanita harus berhenti multitasking ketika wanita mencoba menjadi seperti wanita lain yang berhasil multitasking. Berhentilah melakukan multitasking jika mencoba menjadi seperti orang lain karena setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda dan gaya sendiri dalam melakukan sesuatu.
Bagaimana Fresher? Coba amati efek multitasking di atas. Jika salah satunya kamu alami maka mungkin Fresher harus menghentikan kegiatan ber-multitasking.

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme