Penggunaan karpet di dalam rumah sudah menjadi kebutuhan utama. Bukan hanya sebagai nilai seni di dalam rumah, namun sudah beralih pada nilai estetika rumah. Misalnya saja pada rumah minimalis, penggunaan karpet menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada ruang keluarga. Fungsinya yang nyaman untuk membaringkan tubuh sambil menonton film kesayangan menjadi pilihan banyak keluarga. Namun kadang kita tidak paham bagaimana cara merawatnya agar tetap indah dan awet. Berikut adalah cara merawat karpet dari Simply Fresh Laundry.

1. Kapet harus sering dibersihkan

Karpet perlu sering dibersihkan agar debu tidak menempel pada karpet. Jika tidak dibersihkan secara rutin, maka karpet akan menjadi sarang debu dan itu akan mengganggu kesehatan penghuninya. Cara membersihkan setiap karpet tentunya berbeda satu sama lain karena material dari setiap karpet berbeda. Karpet  yang terbuat dari bahan wol, baik yang asli maupun yang sintetis, gunakan sapu lidi untuk membersihkannya. Karpet yang terbuat dari sutra dapat dibersihkan dengan vacuum cleaner seminggu dua kali.

2. Membersihkan Noda di karpet

Sebenarnya tidak hanya debu yang perlu diwaspadai. Ketika makan, atau minum sambil duduk di atas karpet pun perlu hati-hati. Jangan sampai makanan, atau minuman tumpah ke atas karpet karena kita menjadi repot untuk membersihkan karpet dari noda tersebut. Jika noda menempel pada karpet, maka langkah pertama yang dilakukan adalah segera mengelap noda makanan atau minuman dengan tisu atau kain lap untuk meresapkan cairan dan membersihkan sisa makanan. Setelat itu, ambillah air yang sudah dicampur dengan deterjen. Basahi kain lap dengan air deterjen tersebut dan kemudian peras. Usapkan kain lap ke karpet yang terkena noda berulang kali dengan arah mengikuti dan berlawanan dengan arah bulu karpet.  Langkah yang terpenting adalah jangan gunakan sikat untuk menghilangkan noda tersebut, sebab bulu-bulu pada karpet bisa rusak. Setelah dirasa bersih, maka karpet dijemur di bawah sinar matahari. Penjemuran dilakukan maksimal satu jam.

3. Gulung jika akan mengepel lantai

Jika Fresher akan mengepel lantai, lebih dahulu gulung karpet dan pindahkan. Setelah permukaan lantai benar-benar telah kering, maka karpet bisa dipasang kembali. Ini penting diperhatikan karena karpet tidak tahan pada kondisi air (kondisi basah). Karpet yang terkena air dan tidak dijemur permukaannya menjadi keras. Selain itu, Fresher juga perlu untuk merubah posisi karpet. Hal ini dilakukan agar bagian yang sering terinjak atau dilewati orang bisa berganti posisi. Warna karpet juga akan cepat memudar jika terkena langsung oleh sinar matahari. Untuk mengatasinya, ubah posisi karpet 2-3 bulan sekali.

4. Cucilah di Laundy dan Dry Cleaning

Fresher perlu memakai jasa Laundy & Dry Cleaning jika karpet sering terinjak setidaknya dua kali dalam satu tahun. Hal ini diperlukan untuk mengembalikan kehalusan dan kenyamanan karpet yang tidak bisa kita lakukan dengan pencucian manual. Nomalnya pencucian karpet secara rutin dilakukan selama 6 bulan sekali.

5. Hilangkan bau menyengat

Bau apek pada karpet dapat diatasi dengan memercikkan sedikit baking soda ke atas karpet. Tunggu 30 menit, kemudian baru dibersihkan dengan menggunakan penghisap debu. Untuk mengatasi bau yang lebih tajam, cucilah bagian yang berbau tersebut dengan 20 bagian cuka dicampur dengan 80 bagian air. Gunakan lap bersih yang dibasahi dengan larutan air cuka tadi. Tidak dianjurkan menggosok bagian itu dengan sikat. Noda yang bau harus segera dibersihkan. Semakin lama noda tersebut menempel, semakin sulit membersihkannya.

Jika Fresher tahu cara merawat karpet kesayangan, pastinya akan lebih nyaman untuk digunakan ^_^

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme