Etika Berbicara Kepada Anak Part 2

Tips dan trik etika berbicara kepada anak oleh Retno Hening bagian kedua yang dapat membantu orang tua untuk membangun rasa nyaman anak dan merangsang segala kecerdasan anak (kognitif, afektif, spiritual dan bahasa) diantaranya adalah:

1. Fokus kepada anak. Usahakan untuk menatapnya dan terlihat semangat. Letakkan ponsel atau apapun yang membuat orang tua tidak fokus pada anak. Hadirlah untuk anak sebagai teman bicara.

2. Menjelaskan sesuatu dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami meskipun hal itu mungkin masih sulit untuk dimengerti anak.

3. Menghindari baby talk. Bagian ini sangat penting untuk kelancaran bicara anak. Jika anak salah mengucapkan, maka luruskan dengan kata yang benar, setidaknya anak akan tahu bahwa kata mana yang benar.

4. Membacakan buku adalah cara yang mudah untuk banyak berbicara kepada anak. Caranya bisa dengan membaca sesuai teks, mengganti dengan bahasa yang sederhana, menceritakan gambar yang ada di dalam buku atau meminta anak menceritakan kembali isi buku dengan caranya.

5. Menyanyikan lagu dan sajak dengan tema yang berbeda sesuai dengan kegiatan yang dilakukan. Misalnya, lantunkan sajak Incy Wincy Spider ketika membaca buku tentang laba-laba. “Wah ada Spider! Incy Wincy Spider climbed up the water spout….”

6. Menanyakan keadaan atau perasaannya. Misalkan ketika mengajak bermain anak, tanyakan perasaannya senang atau tidak dengan permainan itu.

7. Menggunakan intonasi yang berbeda ketika berbicara, atau menggunakan penekanan pada kata-kata tertentu. Misalnya ketika menyambutnya bangun tidur, “Assalamu’alaikum, anakku. Dah bangun, Nak?”

8. Peka ketika anak bosan diajak berbicara. Misalnya, ketika orang tua membacakan buku dan bercerita tetapi anak terlihat tidak suka atau bosan, hentikan dan cari kegiatan lain.

*Diolah dari berbagai sumber

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme