Mencium Dapat Mencerdaskan Anak

Dunia parenting belakangan santer menjadi ulikan yang menggelora di kancah sosial media. Keseruan dalam berdiskusi dan mempelajari ilmu parenting memang sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang solid dan berkualitas serta cerdas.

Mencium dan memeluk anak setiap hari menjadi sebuah rutinitas yang hendak bergeser pada sebuah kewajiban. 5 tahun usia pertama anak yang masih membutuhkan rangsangan untuk perkembangan kecerdasan perlu disupport dengan ciuman dan pelukan ini. Hal tersebut merupakan sebuah naluri kebutuhan asih bagi anak, yaitu sebuah kebutuhan emosi/kasih sayang yang akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psikososial.

Berdasarkan teori tersebut maka wajar apabila banyak berseliweran artikel bahwa mencium dan memeluk anak bisa mencerdaskan anak. Otomatis itu akan terjadi. Melalui bentuk kasih sayang tersebut, anak akan merasa bahagia, ia merasa kehadirannya sangat diharapkan sehingga tumbuhlah sikap kepercayaan dirinya sehingga secara emosi akan tumbuh jadi pribadi yang stabil dan mantap.

Rasulullah SAW sebagai panutan kita juga mencontohkan ekspresi kasih sayang berupa ciuman ini sebagaimana disebutkan dalam Hadits.

Dikisahkan bahwa Abu Hurairah berjalan keluar bersama Rasulullah Saw. Selama di perjalanan, Rasululullah Saw. tidak berbicara dengan Abu Hurairah, begitu pun sebaliknya. Ketika sampai di pasar Bani Qainuqa, Rasulullah duduk di pekarangan rumah Fatimah lalu berkata, “Apakah terdapat anak-anak di sana?” Tidak lama kemudian, datanglah seorang anak kecil menghampiri Rasulullah. Rasulpun memeluk dan menciumnya sambil berdoa, “Ya Allah …! sayangilah dia dan sayangi pula orang yang menyayanginya.” (H.R. Bukhari).

*Diolah dari berbagai sumber

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme