mencuci topi dengan tangan

Fresher, topi menjadi salah satu elemen terpenting dalam kehidupan kita sehari – hari. Dalam fungsinya, topi tak hanya digunakan sebagai pelindung dari sengatan matahari. Namun, saat ini topi banyak dipergunakan untuk kebutuhan estetis atau hiasan pada kepala kita. Mencuci topi sebenarnya mudah. Tetapi, jika tidak di imbangi dengan trik dan cara khusus, Fresher pasti akan menemui kerusakan pada topi kesayangan Fresher. Fresher juga bisa menyerahkan cucian Fresher ke tempat laundry kiloan maupun satuan di sekitar tempat tinggal Fresher. Tapi, alangkah baiknya jika fresher mengetahui tata cara mencuci topi. Berikut, Best Prime akan membagikan tips cara mencuci topi dengan baik dan benar.


Isilah ember plastik kecil dengan air dingin. Air hangat atau air panas bisa membuat warna topi menjadi luntur dan bahkan bisa membuat topi menciut tergantung bahannya. Topi hanya memerlukan ruang yang cukup agar bisa terendam. Jika hanya ingin mencuci satu atau dua topi, Fresher bisa menggunakan baskom plastik besar sebagai pengganti ember. Cara ini sangat baik digunakan untuk topi rajutan tangan atau topi bisbol yang rapuh yang dikhawatirkan akan rusak atau melar di dalam mesin cuci.
Jika topi dirajut sendiri, periksa label pada benang tentang petunjuk pencucian.

mencuci topi dengan tangan

Campurkan sabun lembut. Aduk satu sendok teh sabun cuci atau sabun mandi ke dalam air hingga benar-benar larut. Jenis sabun yang digunakan ditentukan oleh bahan topi dan jenis kotoran yang akan dihilangkan.
Jika rajutan topi terbuat dari wol, Fresher harus memilih sabun yang khusus diformulasikan untuk bahan wol. Hal ini akan mengurangi timbulnya serat pakaian yang keluar, perubahan warna, dan jenis kerusakan lain. Jika sabun jenis ini tidak tersedia, sabun deterjan lembut tanpa pemutih atau bahan tambahan lain bisa digunakan.
Jangan gunakan pemutih klorin atau enzim untuk topi berbahan wol.

Ujilah sedikit bagian topi. Jika baru pertama kali menggunakan cara ini pada topi, Fresher harus merendam sedikit bagian topi sebelum direndam seluruhnya. Pegang bagian tersebut di dalam air selama dua menit.
Periksa apakah ada warna yang luntur saat topi masih basah. Fresher bisa melihat pewarna kain yang luntur di dalam air. Jika tidak, coba gosok topi pada permukaan atau benda yang terang.  Ketika menggosokkan bagian topi tersebut, pastikan untuk melakukannya dengan sesuatu yang mudah ditangani dengan pemutih atau sesuatu yang tidak menimbulkan masalah jika luntur.

Tentukan bagian topi yang tidak terlihat ketika dipakai. Dengan begitu, jika noda luntur terlihat, tidak akan memengaruhi penampilan topi secara keseluruhan. Jika tidak ada warna yang luntur atau perubahan warna secara umum, Fresher bisa berlanjut ke langkah selanjutnya.

Rendamlah topi. Jika bagian topi yang diuji tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan setelah dua menit, lanjutkan dan rendam topi. Untuk pembersihan biasa yang ringan, topi hanya perlu direndam sekitar 30 menit. Jika ada lumpur yang menempel pada topi atau kotoran yang susah dihilangkan, Fresher perlu merendamnya selama beberapa jam.

Bilaslah topi. Angkat topi dari air bersabun. Bilaslah di bawah aliran air keran yang deras untuk menghilangkan sabun. Gunakan air dingin agar topi tidak berubah warna atau menciut. Lanjutkan membilas hingga topi tidak terasa lengket dan tidak ada bekas sabun yang terlihat.

Hilangkan air yang berlebihan. Peganglah topi dengan kedua tangan dan peras pelan-pelan. Letakkan topi di atas handuk bersih dan lanjutkan dengan cara ditepuk-tepuk hingga tak ada lagi air yang menetes. Jangan memelintir topi, karena hal ini bisa membuat topi menekuk atau seratnya keluar.

Biarkan topi mengering sendiri. Letakkan topi rajut di lokasi dengan sirkulasi udara yang baik. Letakkan di atas handuk dan atur agar berada dalam bentuk aslinya. Anda bisa mempercepat proses ini dengan menyalakan kipas angin dengan kekuatan rendah di dekat topi, namun jangan gunakan pengering rambut yang panas. Panas bisa membuat topi menciut. Jangan letakkan topi di dekat sinar matahari langsung, yang bisa membuat warna topi memudar.

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme