mengembangkan kecerdasan emosional anak

Penelitian menyatakan bahwa pencapaian kesuksesan tidak hanya tergantung dari kecerdasan intelektual saja melainkan juga kecerdasan emosional. Keterlibatan emosi dan afeksi antara orang yang mengasuh anak dengan anak itu sendiri menjadi hal yang sangat krusial bagi pembentukan karakter anak di masa depannya. Ibaratnya, cetakan karakter di masa depan merupakan hasil dari proses di masa lalu. Mencoba belajar dari hukum aksi dan reaksi dalam teori fisika dimana sebuah aksi akan selalu menghasilkan reaksi. Setiap aksi yang baik akan menghasilkan reaksi sebesar aksi yang diberikan pula. “Gaya aksi dan reaksi sama besar, tapi berlawanan arah dan bekerja pada dua benda yang berbeda.” Dengan demikian, mengingat pentingnya praktik ini, maka sebaiknya seorang Ibu menjadi aktor utama untuk terlibat dalam peran penting penciptaan karakter anak melalui pemberian rangsangan/stimulus yang diracik dengan bumbu-bumbu kasih sayang.

Baca Juga ;  Batik Sebagai Media Promosi Budaya

Nah, membatik dapat dijadikan sebagai metode mengembangkan kecerdasan emosional anak. Ibu dapat mengajarkan pada anak tentang filosofi yang terkadung dalam motif batik. Selain belajar budaya, anak juga akan belajar tentang nilai-nilai moral yang tinggi. Sebut saja motif batik mega mendung yang mengharuskan anak untuk dapat menahan amarah di segala situasi, motif batik sidomukti magetan yang menyelipkan dasar-dasar kebersamaan dan motif batik kawung yang mengajarkan anak untuk dapat berguna bagi orang lain dalam kehidupannya sehingga dapat menjadi manusia yang unggul dan bermakna.

Berikut ini adalah beberapa tips dasar bagaimana mengajarkan kepada anak mengenai kecerdasan emosional :

  • Terima emosi anak dan berikan tanggapan yang emosional

Berikan komentar ketika anak sedang mengalami emosi seperti “Wah adik lagi marah banget ya” , “Bagus, mama dapat melihat kamu gembira sekali”, dsb.

  • Bantu mereka memberikan nama pada emosi mereka

“Adik kelihatan lagi marah “, dsb.

  • Ajak anak bicara tentang perasaan mereka

“ Kakak kenapa sedih? “, dsb.

  • Berikan pelajaran kepada anak mengenali perasaan orang lain

“ Bagaimana perasaan kakak kalau itu terjadi sama kakak? “ , dsb.

Bantu si kecil menyadari apa tanda ketika ia mengalami emosi dan beritahu cara-cara alternatif untuk mengekspresikan emosi mereka.

Misalnya ketika terlihat ia sering mengepalkan tangan, mungkin itu tanda ia sedang marah.

  • Ajarkan anak cara untuk menenangkan diri mereka.

Misalnya dengan mengajarkan menarik nafas dalam-dalam.

  • Ajari anak untuk mendengarkan dan berbicara dengan cara yang bernegosiasi

Yuk, ajak anak cerdas emosi dengan membatik.

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme