Kotoran dan kuman bertebaran di sekitar kita. Bukan hanya di tempat yang terlihat kotor seperti toilet atau tempat sampah. Kuman dan kotoran juga bisa bersarang di barang sehari-hari yang sering kita bawa dan gunakan.

Sayangnya ketidak tahuan kita akan potensi sarang kotoran tersebut membuat kita tidak awas sehingga jarang melakukan bersih-bersih. Seperti dikutip dari kompas.com berikut adalah 9 benda sehari-hari yang berpotensi menyimpan kuman.

1. Spons atau serbet
Bakteri dan partikel makanan gampang tersangkut dalam lubang-lubang spons. Dengan kondisi yang lembab dan gelap, bakteri dapat dengan mudah berkembang biak. Biasakan untuk merendam spons dalam cairan pemutih pakaian selama 5 menit, setidaknya seminggu sekali. Memasukkan spons dalam microwave suhu tinggi selama 2 menit juga terbukti membunuh 99 persen bakteri.

2. Karpet antislip di kamar mandi
Karpet karet yang mencegah orang terpeleset ini ternyata juga jadi sarang bakteri dan lumut. Air yang menggenang di bawah karpet sulit menguap dan menciptakan lingkungan lembab. Terlebih lagi, penelitian membuktikan bahwa lantai kamar mandi merupakan salah satu tempat yang paling terkontaminasi kuman. Cucilah karpet karet tersebut seminggu sekali dengan suhu panas. Berikan pemutih bila memungkinkan karena tidak semua cara perawatan karpet mandi sama. Jauhkan juga karpet ini dari pakaian dan peralatan tidur. Fresher juga bisa menggunakan alas kayu sebagai pengganti karpet tersebut. Perawatannya pun lebih mudah karena hanya perlu menggunakan disinfektan.

3. Tempat baju kotor
Baju yang kita gunakan setelah olahraga, pakaian dalam, dan kain-kain yang terkena kotoran menjadi rumah idaman bagi bakteri. Pisahkan baju yang benar-benar kotor dan yang agak bersih di kantong yang berbeda. Sertakan kantong tersebut ketika mencuci supaya turut menjadi bersih.

4. Perangkat Elektronik dan Kacamata
Ponsel, kacamata, dan headphone diselubungi kotoran, minyak, keringat, dan bakteri dari wajah, rambut dan tangan Anda (tangan yang sama yang memegang gagang pintu toilet umum). Jadi sangat penting menjaga kebersihan barang-barang tersebut, misalnya dengan larutan pembersih yang mengandung alkohol, namun pilihlah yang tidak merusak barang-barang Anda.

5. Kunci
Memegang kunci dengan tangan kotor sama saja dengan memindahkan kuman, apalagi bila pemiliknya tidak pernah membersihkan kunci tersebut. Fresher dapat menggosoknya dengan sabun tanpa dicampur air atau disinfektan supaya bersih dan mengilap kembali.

6. Tas tangan
Sebuah penelitian menunjukkan, tas wanita merupakan salah satu dari tiga barang sehari-hari paling kotor. Bahkan, riset kecil lainnya menemukan bahwa 25 persen dari 50 tas yang diuji menunjukkan adanya bakteri E coli. Hindari kebiasaan meletakkan tas di tempat yang kotor, seperti di lantai. Biasakan membersihkan tas dengan disinfektan atau cucilah setidaknya seminggu sekali.

7. Sepatu
Penelitian menunjukkan, jumlah bakteri sangat tinggi di sepatu. Bahkan, penggunaan sepatu membantu menyebarkan bakteri, seperti E coli dan bakteri penyebab pneumonia. Alasannya sederhana. Penyebaran terjadi karena jalan yang kita tempuh tidak semuanya pernah dibersihkan.

8. Sarung Bantal
Minyak alami yang dihasilkan kulit pada malam hari dapat menempel pada sarung bantal, sama halnya dengan rambut kotor. Mandi dan mencuci wajah pada malam hari dapat mengurangi minyak berlebih, sekaligus membersihkan segala kotoran yang menempel pada wajah dan rambut. Dan jangan lupa mengganti sarung bantal satu minggu sekali.

9.Handuk Wajah
Fresher tentu sudah tahu bahwa Anda harus rajin membersihkan alat kosmetik seperti kuas dan spons. Tetapi tahukah Fresher bahwa handuk wajah juga harus diperhatikan kebersihannya? Handuk wajah seharusnya hanya sekali pakai. Jadi jangan lupa mengganti handuk wajah setiap kali selesai digunakan.

Bagaimana Fresher? Pernahkah kamu memperhatikan kebersihan benda-benda di atas? Yuk lebih perhatikan lagi kebersihan benda apapun yang ada di sekitar kita, yang pasti alasannya adalah untuk kesehatan kita sendiri.

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme