Mendengarkan Musik Sambil Belajar, Efektifkah?

Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk mendengarkan musik sambil beraktifitas. Ya! Musik memang bisa menjadi sarana hiburan bagi siapa saja dan saat melakukan aktivitas apapun. Salah satunya mendengarkan musik pada saat bekerja atau belajar.

Tetapi Mendengarkan Musik Sambil Belajar, Efektifkah? tahukah Fresher, beberapa penelitian masih memiliki pendapat berbeda mengenai mendengarkan musik dan efektifitasnya saat belajar atau bekerja.

Seperti dikutip dari aquariusnote.com beberapa peneliti menyampaikan hasil bahwa tidak terlalu baik mendengarkan musik yang berlirik sambil melakukan aktifitas bekerja atau belajar. Menurut Clifford Nass, pakar komunikasi dari Universitas Stanford, hal itu dikarenakan, bagian otak yang digunakan untuk mendengarkan lirik lagu sama dengan bagian otak yang digunakan untuk memproses kata (membaca). Hal ini berarti bahwa ketika Anda belajar (membaca buku) sembari mendengarkan lagu, otak Anda berusaha untuk memroses dua hal dalam waktu yang sama, yaitu mendengarkan dan mengiterpretasikan lirik, dan memahami bacaan Anda. Akibatnya, pemahaman Anda terhadap bacaan pun terhambat oleh tugas untuk menginterpretasikan lirik.

Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Jim Taylor. Dalam artikel Technology: Myth of Multitasking, Taylor menjelaskan bahwa kemampuan untuk memahami informasi ketika membaca sambil mendengarkan musik dengan lirik menurun secara signifikan karena kedua tugas tersebut mengaktifkan pusat bahasa dalam otak Anda.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, disarankan untuk menghindari musik yang berlirik saat anda ingin menghapalkan atau mengingat sesuatu.

Tetapi peneliti lain menemukan bahwa musik yang tepat sangat membantu anda dalam mencerna informasi dalam belajar. Seperti dikutip dari id.theasianparent.com/, psikolog klinis Dr. Emma Gray, mendengarkan musik sambil belajar dapat meningkatkan efektifitas belajar, hanya saja anda harus bisa memilih musik yang tepat untuk keperluan yang tepat.

1. Pelajaran IPA, IPS dan Bahasa Indonesia
Pelajaran IPA, IPS dan Bahasa memerlukan kemampuan untuk memproses informasi faktual dan menyelesaikan masalah. Untuk pelajaran-pelajaran tersebut, kita lebih menggunakan otak bagian kiri.
Bila anak mendengarkan musik dengan irama 50-80 ketukan per menit, musik lembut tersebut akan menenangkan otak sehingga anak dapat lebih berpikir logis dan mengingat fakta baru.
Sarankan anak untuk mendengarkan musik seperti Man Down (Rihanna), Halo (Beyonce), Breakin’ Up (Gwen Stefani), Wide Awake (Katy Perry), Lilin-lilin Kecil (Chrisye), Bunda (Potret) dan sejenisnya ketika mempelajari pelajaran-pelajaran tersebut di atas.

2. Pelajaran Matematika
Manfaat musik klasik memang tak perlu diragukan. Mendengarkan musik klasik yang memiliki irama 60-70 ketukan per menit yang dapat membantu anak belajar lebih lama dan menyerap lebih banyak informasi. Variasi melodi dan nada pada musik klasik menciptakan kondisi yang kondusif ketika anak belajar matematika.
Statistik menunjukkan bahwa pelajar yang mendengarkan musik klasik saat belajar matematika memiliki nilai ujian 12% lebih tinggi daripada pelajar yang tidak melakukannya. Ketika diuji coba kepada pelajar-pelajar di berbagai tingkatan kelas, hasilnya sama.
Contoh musik klasik dengan irama 60-70 ketukan per menit : Fur Elise (Ludwig van Beethoven), Largo (George Frideric Handel), Waltz in D Flat Major (Chopin), Swan Lake (Pyotr Ilyich Tchaikovsky), dsb.

3. Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Kesenian
Otak kanan memproses pemikiran yang original dan kreatif. Peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik pop dan rock yang menggugah emosi dapat menimbulkan rasa senang serta menambah kemampuan artistik.
Perdengarkan lagu-lagu semacam Firework (Katy Perry), Diamonds (Rihanna), I Can’t Get No Satisfaction (Rolling Stones), Yogyakarta (KLA Project), Kebebasan (Singiku), Laskar Pelangi (Nidji), Mengejar Matahari (Ari Lasso), dsb ketika anak belajar bahasa Inggris dan kesenian!

Nah, bagaimana menurut Fresher sendiri? Berdasarkan pengalaman anda apakah mendengarkan musik sambil berkegiatan belajar atau bekerja bermanfaat positif bagi anda?

Previous PostNext Post

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WordPress Theme